Jumat, 10 Oktober 2014

KONDISI SAMPAH DI GUNUNG INDONESIA

KONDISI SAMPAH DI GUNUNG INDONESIA

Ya nama saya omar. Saya telah mendaki gunung selama 6 tahun. Pada setiap saya mendaki gunung saya mengamati kondisi gunung yang memprihatinkan, yang paling memprihatinkan adalah sampah.
Banyak pendaki baru dengan minim ketrampilan dan kepedulian tentang gunung yang mulai merajalela. Mereka hanya mendaki untuk kesenangan tanpa mempedulikan kondisi gunung saat ini. Buang sampah seenaknya sehingga membusuk mecemarkan baud an pemandangan yang menjijikkan.
Dan kurangnya perhatian dari pemerintah sehingga masalah ini tidak terselesaikan dari lampau hingga sekarang.
Siapa yang akan peduli pada kondisi gunung saat ini? Siapa lagi kalau bukan kita? Jangan mendaki dengan omong kosong untuk kesenangan semata saja.

Saya akan memberikan tips untuk meminimalisir sampah digunung


Jika berbicara mengenai sampah, sepertinya takkan pernah ada habisnya. Dapat dikatakan bahwa sampah akan selalu ada selama manusia itu ada. Polemik permasalahan sampah di gunung sepertinya bukan lagi menjadi hal yang baru kita dengar. Sangat disayangkan memang ketika jumlah pendaki gunung yang terus meningkat diiringi pula dengan bertambahnya jumlah populasi sampah di atas gunung.

Mungkin pernah anda melihat beberapa tempat tumpukan sampah saat dalam pendakian gunung. Apa yang anda pikirkan ? sebagian orang mungkin akan tidak peduli, jijik atau bahkan mengira bahwa tumpukan tersebut memang merupakan lokasi pembuangan sampah sehingga turut pula membuangnya disana. Tentu saja ini salah besar karena hanya akan menambah jumlah tumpukan sampah yang ada.

Pada beberapa gunung di Indonesia tak jarang harus diberlakukan peraturan-peraturan yang ketat untuk mengatasi masalah sampah ini. Beberapa diantaranya dengan membatasi jumlah pendaki dan juga mewajibkan pemeriksaan barang bawaaan pendaki yang dilakukan sebelum dan sesudah pendakian. Sayangnya peraturan tersebut masih belum berjalan maksimal, mengingat jumlah pendaki yang semakin meningkat.

Sampah di Ranukumbolo, Gn. Semeru
Sampah di Ranukumbolo, Gn. SemeruSampah di Ranukumbolo, Gn. Semeru. (sumber)

Tidak ada cara yang paling baik untuk mengatasi masalah ini selain dengan menumbuhkan kesadaran pada diri masing-masing. Mulailah untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, salah satunya dengan bertanggung jawab terhadap sampah anda sendiri.

Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk meminimalisir tumpukan sampah di gunung.

1.      Menggabungkan bungkus makanan.

Rata-rata logistik makanan yang dibawa pendaki adalah mie instan dan kopi sachet dengan jumlahnya yang lebih dari satu. Tentunya bahan makanan ini memiliki bungkusnya masing-masing sehingga berpotensi menghasilkan banyak sampah. Untuk meminimalisirnya anda dapat menggabungkan masing-masing makanan tersebut menjadi dalam satu wadah.

Seperti mie instan misalnya, anda dapat membuka kemasannya dan menggabungkan isinya ke dalam satu wadah kantong plastik. Begitu pula yang bisa anda lakukan dengan kopi sachet ataupun beberapa makanan lain yang memungkinkan untuk digabung.

2.      Membawa kantong sampah sendiri.

Anda dapat mempersiapkan kantong sampah anda sendiri sebelum memulai pendakian. Bawalah beberapa kantong sebagai cadangannya dan tarulah salah satu kantong di bagian luar ransel anda. Hal ini berguna untuk menampung sampah yang anda hasilkan saat di jalur pendakian, baik ketika anda membuka bungkus permen, bungkus roti ataupun bungkus makanan kecil lainnya yang selalu terabaikan untuk dipungut.

3.      Packing.

Ketika berada di lokasi camping, tarulah kantong sampah di dekat tenda dan mulailah rajin untuk memasukkan setiap sampah yang anda hasilkan pada kantong tersebut. Saat hendak kembali turun, ikatlah kantong sampah tersebut menjadi sebuah packing-an yang bersih dan mudah untuk di bawa. Sebaiknya masukkan kantong sampah tersebut ke dalam ransel agar tidak tercecer saat dibawa turun. Jangan menenteng kantong sampah ketika turun karena dapat mengganggu keseimbangan jalan. Selain itu pula ketika anda sudah mulai lelah tentunya hal ini akan sangat merepotkan sehingga  niat untuk membuangnya di jalur akan lebih besar.

4.      Membakar.

Ketika anda menemukan jumlah sampah plastik yang sangat banyak dan tidak memungkinkan untuk dibawa turun maka dengan membakarnya merupakan salah satu cara yang cukup efektif. Jagalah api agar tidak terlalu besar dan sebaiknya carilah lokasi lahan yang luas dan terbuka sehingga dapat lebih aman dari kebakaran hutan dan yang perlu di ingat, pastikan pula bahwa api sudah benar-benar mati ketika anda selesai membakarnya. Sisa pembakaran kemudian dapat anda masukkan ke dalam kantong sampah untuk kemudian dibawa turun.

5.      Menimbun.

Sampah-sampah organik seperti sisa makanan ataupun kertas tisu dapat anda timbun ke dalam tanah karena bisa lebih cepat terurai. Gali lah tanah dengan kedalaman secukupnya dan masukkan sampah tersebut ke dalam lubang kemudian tutuplah kembali lubang tersebut sampai benar-benar tertutup. Jangan pernah memasukkan sampah plastik ke dalam lubang karena akan sulit untuk di urai tanah. Ada baiknya anda memilah terlebih dahulu sampah-sampah tersebut sebelum ditimbun ke dalam tanah.

6.      Bawa turun sampahmu!

Tidak ada alasan yang paling baik selain membawa sampah anda kembali turun. Seiring dengan terbiasanya anda melakukan ini, tentu kedepannya anda bisa pula membantu mengurangi sampah lain yang sudah menumpuk lama.




Jangan pernah berpikir bahwa sampah di gunung akan dibersihkan oleh orang lain. Jadilah pendaki yang bertanggung jawab dengan sampahnya sendiri. Hargailah nikmat keindahan alam yang sudah diberikan Tuhan dengan tetap menjaga kelestariannya. Jika tidak mampu untuk membersihkan semua sampah di gunung maka cara terbaik yang bisa anda lakukan adalah dengan tidak menambah jumlah sampah yang ada. Selamat mendaki!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar