Selasa, 29 April 2014

TULISAN TOU 2 MINGGU KE-2

TULISAN TOU 2 MINGGU KE-2

Saya mengakui bahwa kata di atas adalah sesuatu yang cukup sulit untuk dijalani. Apalagi untuk menjalani kehidupan sekarang yang penuh gonjang-ganjing, kita terkadang lebih sulit lagi untuk menjadi seseorang yang konsisten.
Sekarang era nya  lebih ke arah labil dan galau, so bagaimana untuk menjadi seseorang yang teguh berkonsisten? 
Maka dari itu mari kita lihat arti dr kata konsisten itu sendiri, yakni …

Pengertian Konsistens menurut KBBI adalah tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek;  selaras; sesuai: perbuatan hendaknya–dng ucapan.

Lihat deh lingkungan sekitar kita, terkadang kita suka kesal kan dengan teman kita, yang ucapan nya berbeda sekali dengan tindakan nya, yang ujung-ujung nya dia menjadi bahan gosipan teman-teman kalian. Kalian engga mau kan hal ini terjadi? karena selain menurunkan kualitas pribadi kita sendiri, kita pun dicap Plin-Plan.
Pribadi kita pun menjadi transparan dan engga bisa ditebak.
Sebagai manusia, terkadang kita dihadapi oleh berbagai macam pilihan. Ini pun saya alami sendiri bahwa saya pun suka sulit memutuskan mana yang paling baik untuk saya. Ini, itu, sana, sini, semuanya ingin saya jalanin. Namun ujung-ujung nya jadi engga fokus dan berujung pada pepatah lama “anget-anget tai ayam”.
Engga mau kan waktu terbuang sia-sia hanya karena mengerjakan beberapa hal tp engga fokus semuanya? :)
Intinya dengan kita menerapkan kata konsisten dalam setiap aktivitas kita, maka fokus dan serius sudah pasti mengikuti karena kita semua pasti ingin sukses dan berhasil kan? :)
Ngomong-ngomong soal konsisten,Twitter @YoungOnTop hari ini kasih tips - tips yang berguna buat kita semua. Ini hasil copy-paste yang dikutip dari twitternya.
Tips “How to be consistent” 
1.     Decide what’s really important. Kdg beberapa kali kita merasa terbebani krn kita mengambil semua yg dtg pd kita. Pilih yg terpenting!
2.     Fokuslah hanya pada beberapa hal dalam satu waktu. 3-5 hal dalam satu waktu cukup optimal.
3.     Ciptakan cara-cara unik untuk dapat menambahkan hal-hal tertentu agar menjadi rutinitas agar konsisten menjalankanya.
4.     Sometimes it’s okay to you to do a mistake. Don’t be too hard with yourself. There will be something to learn
5.     Jangan terlarut dalam kesalahan! Get right back on track the next day/next opportunity you have to be consistent.
6.     Try to make a habit and do it at least for 3 weeks each item
7.     Be flexible. Setting a routine is good, but realize life is not always perfect and you can still.
8.     Terapkan konsistensi pada daily routine dahulu kemudian pada weeky routine. Karena akan lebih mudah menjalankannya. :)
9.     Leave yourself reminders in the beginning. Jadi kamu dapat menyelesaikan tugas-tugas sebagai bagian dari rutinitas. 
10.                        Cobalah untuk membuat sebuah jadwal harian yang bisa kamu jalankan setiap harinya secara konsisten.
Semoga memberikan pencerahan ya! 

http://kelincimanis.tumblr.com/post/12641205914/consistent


TUGAS TOU 2 MINGGU KE-2

TUGAS TOU 2 MINGGU KE-2



Pada saat saya SMA saya mengikuti organisasi pecinta alam di sekolah saya. Organisasi ini adalah organisasi yang berazaskan kekeluargaan dan kebersamaan. Slogan organisasi ini adalah “kebersamaan adalah lidi yang berhimpun”. Diorganisasi ini saya menjabat sebagai BPA (Badan Pertimbangan Anggota), badan pertimbangan tertinggi yang ada di organisasi ini. Diorgaisasi mempunyai hokum adat yang melarang keras adanya pacaran sesama anggota. Bila ada anggota yang melanggar aturan tersebut maka harus ada yang mengundurkan diri dari salah satu pasangan tersebut.

Tepat beberapa bulan yang lalu ternyata ada dari anggota organisasi ini yang  sepertinya mempunyai hubungan istimewa, hubungan itu tidak selayaknya seorang abang ke adik tapi seperti sepasang kekasih. Dari kedekatan mereka, cara bicara mereka, dan sikap mereka berbeda tidak seperti biasanya. Dari hubungan mereka banyak anggota lain yang risih dan ingin komplain ke ketua BPH (Badan Pertimbangan Anggota) namun ketua BPHnya lah salah satu pelaku pasangan itu.
Akhirnya seluruh anggota melompati struktur dan langsung meminta usul terhadap BPA yaitu saya.
Banyak sekali tekanan dari senior saya untuk segera menyelesaikan masalah ini. Ini menjadi beban pikiran saya yang sangat rumit.

Awal saya membentuk tim investigasi dari orang2 terdekat pasangan tersebut dan ternyata benar adanya hubungan mereka yang jelas kalau mereka pacaran. Dari situ senior-senior pun memberikan saran-saran sampai akhirnya tekanan terhadap saya untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka inggin kedua belah pihak pasangan tersebut dipecat agar adil. Namun yang jadi beban dipikiran saya salah satu pelaku tersebut ialah ketua BPH orang yang mempin jalannya organisasi ini dan pasangannya adalah alumni yang sangat berpengaruh untuk memajukan organisasi ini.kedua belah pihak pasangan tersebut sama-sama orang yang berpengaruh penting diorganisasi ini.
Namun apa boleh buat saya harus tetap menjujung tinggi aturan dari organisasi ini.

Ada banyak pertimbangan yang saya harus pikirkan dengan matang. Saya harus mempertimbangkan dari positif, negative, peluang, dan ancaman dari keputusan yang harus saya pilih.



Kalau saya pecat ketua BPH (XIII)
·        Positif:       -
·        Negative: akan menurunnya kinerja setiap anggota, akan membuang waktu lagi untuk pembentukan struktur kepengurusan kembali. Ketua BPH masih SMA dan masih akan menjabat diposisi berbeda di periode berikutnya
·        Peluang: -
·        Ancaman: akan hancurnya organisasi ini, akan ada perselisihan Antara angkatan XIII dengan angkatan VIII
Kalau saya pecat alumni tersebut (VIII)
·        Positif: dia sudah tidak menjabat dan tidak memiliki tanggung jawab,
·        Negative : hilangya orang yang berpengaruh di organisasi ini
·        Peluang : dia belum tentu diperiode berikutnya masih aktif untuk kembali membimbing organisasi ini.
·        Ancaman : akan ada perselisihan Antara angkatan XIII dengan angkatan VIII
Kalau saya pecat keduanya
·        Positif : seluruh anggota merasa adil dengan keputusan saya
·        Negative : angkatan XIII akan jatuh mentalnya karena kehilangan sodara satu angkatannya yang masih menjabat 2 periode kedepan.  : hilangya orang yang berpengaruh di organisasi ini
·        Peluang : -
·        Ancaman : kehilangan dua orang penting sekaligus.


Akhirnya saya membuat keputusan untuk menyidang kedua nelah pihak pasangan tersebut dengan adanya seluruh anggota untuk menjadi forum. Disitu semua untuk merumbukkan keputusan siapa yang akan keluar. Akhirnya setelah merumbukkan semuanya alumni tersebut mengalah untuk mengundurkan diri dari organisasi ini.


Sekian, semoga cerita dari saya bisa menjadi pelajaran buat saya dan kita semua amin. 

Selasa, 01 April 2014

Tugas softskill : Teori organisasi umum Teamwork

MENURUT KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
1.Kelompok adalah kumpulan  orang, binatang, dan sebagainya

2.kelompok adalah golongan tertentu (profesi, aliran, lapisan masyarakat, dan sebagainya)

3.Kelompok merupakan kumpulan manusia yang merupakan kesatuan beridentitas dengan adat istiadat dan sistem norma yang mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu

SEDANGKAN MENURUT PARA AHLI KELOMPOK ADALAH :

# ROBBINS (PEARSON)
kelompok adaah alat implementasi yang sangat efektif

# ACHMAD S. RUKY
Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok

# NICHOLAS EVANS
kelompok merupakan kumpulan individu-individu yang diikat oleh tingkah laku atau kepentingan yang sama

# ANTONIUS ATOSHOKI
kelompok merupakan suatu arena terjadinya konflik

# WILA HUKY
kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi

# ROBERT K. MERTON
Kelompok merupakan sekumpulan orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan

# PAUL B. HORTON
Kelompok merupakan setiap kumpulan manusia secara fisik (misalnya, sekelompok orang yang sedang menunggu bus kota)

BEKERJA SAMA DALAM TEAMWORK

a. Fungsi dan manfaat bekerja dalam tim
Bekerja dalam tim memiliki banyak fungsi dan manfaat. Fungsi bekerja dalam tim antara lain dapat mengubah sikap, perilaku, dan nilai-nilai pribadi, serta dapat turut serta dalam mendisiplinkan  anggota lainnya. Anggota tim yang menyimpang dapat ditekan dan diluruskan dengan kewajiban untuk mematuhi dan melaksanakan aturan atau norma yang berlaku dalam tim. Selain itu tim dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, merundingkan, dan bernegosiasi (bargaining). Anggota tim dengan latar belakang yang berbeda-beda mungkin mungkin saja membawa perspektif atau pengaruh positif terhadap proses pengambilan keputusan.

Tim tidak hanya penting dan bermanfaat pada organisasi saja, tetapi juga memberikan manfaat bagi individu para anggotanya. Tim dapat menyediakan kepuasan sosial bagi para anggotanya. Manfaat lain dari tim adalah meningkatkan komunikasi interpersonal diantara para anggotanya.

Secara lebih rinci manfaat bekerja dalam tim adalah sebagai berikut.

Manfaat bagi organisasi.
• Meningkatkan produktivitas kerja
• Meningkatkan kualitas kerja
• Meningkatkan mentalitas kerja
• Meningkatkan kemajuan organisasi

Manfaat bagi anggota
• Stress atau beban akibat pekerjaan akan berkurang
• Tanggung jawab atas pekerjaan dipikul bersama
• Memperoleh balas jasa dan penghargaan
• Sebagai media aktualisasi diri
• Dapat menyalurkan bakat dan kemampuannya

b. Tujuan bekerja dalam tim
Pada dasarnya tujuan bekerja dalam tim didasarkan pada prinsip kesatuan tujuan, prinsip efisiens, dan prinsip efektivitas. Untuk lebih jelasnya dapat diikuti uraian berikut ini.

Kesatuan tujuan
Setiap anggota tim tentu saja mempunyai kesaman tujuan. Prinsip kesatuan tujuan ini mencakup kesamaan visi, misi dan sasaran program kerja tim. Apabila suatu prigram garapan atau proyek harus diselesaikan selama suatu periode waktu tertentu maka pola pelaksanaan kerja tim harus disesuaikan dengan prinsip kesatuan tujuan.

Efisensi
Suatu tim adalah efisien jika setiap anggota menyelesaikan tugas atau pekerjaan secara cepat, efisien, dan efektif. Suatu tim yang efisien adalah tim yang bekerja tanpa pemborosan dan kecerobohan, sehingga memberi kepuasan kerja.

Efektivitas
Tujuan bekerja dalam tim, antara lain untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja. Suatu tim disebut efektif jika telah memiliki cirri-ciri sebagai berikut.

• Tujuan yang jelas dan operasional
• Keterampilan yang memadai
• Komitmen
• Saling percaya
• Komunikasi yang baik
• Kemampuan negosiasi

• Kepemimpinan yang tepat




Contoh nyata TeamWork dalam kehidupan sehari-hari menurut penulis :




ilustrasi – TeamWork dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari
Seperti terlihat pada gambar diatas terdapat 4 orang dewasa dan 2 orang anak-anak mereka bersama-sama mendorong mobil yang mogok (tidak bisa jalan) dengan satu tujuan yaitu agar mobil tersebut bisa keluar dari kubangan lumpur dan kembali berjalan.
Menurut saya itu merupakan salah-satu contoh nyata kerjasama tim (TamWork) untuk melakukan suatu hal yang dirasa berat, dan sekiranya tidak dapat dilakukan sendiri. Oleh karena itu kita sepakat bahwa manusia merupakan makhluk sosial, di mana manusia selalu membutuhkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
TeamWork itu tidak harus dengan orang yang dikenal seperti teman, tetangga, keluarga dll. Akan tetapi kita dapat melakukan TeamWork dengan orang sekitar walaupun baru pertama bertemu di lokasi tempat kita berdiri. Seperti contoh di jalan raya kita melihat kecelakaan tabrak lari, secara spontan orang-orang di sekitar lokasi terbesit keinginan untuk menolong, pada saat on the spot naluri TeamWork setiap orang bisa keluar, mereka membagi tugas masing-masing, ada yang berusaha menyelamatkan jiwa korban di TKP, ada yang membereskan kendaraan korban yang rusak dan tergeletak di tengah jalan, ada yang berusaha mengejar pelaku, dan ada pula yang mempersilahkan kendaraannya dipakai untuk mengantar korban ke Rumah Sakit terdekat.
Itu semua merupakan beberapa contoh kerjasama tim (TeamWork) menurut penulis. Jika ada kekurangan atau kelebihan silahkan disampaikan pada kolom comment.. Mohon maaf atas kekurangannya. Terima Kasih

sumber :

1. http://www.bisnisindeks.com/teamwork-bukan-sama-sama-kerja/

2. http://psychologymania.com/2013/02/pengertian-kerja-sama.html

3.http://carapedia.com/pengertian_definisi_kelompok_info2162.html

4.http://www.tasikhotel.com/2013/07/manfaat-dan-tujuan-bekerja-dalam-tim.html

Rabu, 23 Oktober 2013

TEORI ORGANISASI UMUM PART II

Bekerjasama Dalam Team (Kelompok)
Pengertian Kelompok
            Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.  Adanya kerja tim dalam ikatan kerja memungkinkan terciptanya dinamika kelompok. Di dalam dinamika kelompok inilah setiap anggota akan mengenali perasaan-perasaan anggota timnya, mengenali permasalahan-permasalahan yang sering timbul dalam timnya, mengatasi permasalahan-permasalahan dalam aktivitas, dan pada gilirannya mampu mendinamiskan timnya sehingga benar-benar itu bukan sekadar utopia belaka atau konsep saja. 
Di dalam buku Dinamika kelompok oleh Drs. Slamet Santosa, M.Pd., dikemukakan bahwa dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain. Setiap anggota kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama-sama.

Karakteristik Kelompok
Karakteristik Kelompok antara lain:

1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
2.  Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4.  Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.

Tahapan Pembentukan Kelompok
            Perkembangan sebuah kelompok selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membentuk sebuah kelompok. Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam pembentukan kelompok.

A. Forming.
            Forming adalah tahap orang berkumpul dan membentuk sebuah kelompok. Pada suatu kegiatan, tidak sedikit peserta yang mengikutinya karena penugasan. Kondisi seperti ini tidak jarang menimbulkan perasaan was-was maupun keraguan di hati peserta tersebut.

B. Informing.
             Informing merupakan tahap dimana kelompok yang baru terbentuk tersebut diberi penjelasan tentang tujuan dari kegiatan yang akan diselenggarakan. Pada tahap ini biasanya akan didapati interaksi antaranggota karena setiap peserta mulai sadar bahwa mereka menuju pada tujuan yang sama. Seorang fasilitator biasanya akan mencari titik pijak yang sama, dan membentuk visi, misi, serta tujuan kelompok. Fasilitator diharapkan dapat menggunakan kegiatan pengenalan dan agenda yang jelas.

C. Storming.
             Pada tahap ini, pembangunan peran diantara masing-masing peserta mulai terbentuk. Storming merupakan fase yang sangat penting dalam dinamika kelompok, karena pada tahap ini akan terjadi tarik menarik, uji coba, bahkan konflik. Benturan antarpribadi sangat mungkin terjadi pada tahap ini – bahkan benturan antara peserta dengan pemimpin kelompok. Seorang fasilitator diharapkan dapat memberikan dukungan kepada seluruh kelompok. Dengan mengembangkan dan menggunakan teknik-teknik fasilitasi, fasilitator juga perlu senantiasa mengingatkan peserta akan tujuan dan norma-norma kelompok. Usahakan agar fasilitator dapat menjaga terjadinya keterbukaan dan mendorong setiap peserta untuk mengatasi konflik yang terjadi.

D. Norming.
             Tahapan ini merupakan tahap stabilisasi dimana aturan, ritual, dan prosedur telah ditetapkan dan diterima oleh seluruh peserta. Peserta telah menyepakati identitas perasn sehingga terciptanya suasana kebersamaan. Jalan menuju kemajuan disepakati dan disetujui bersama. Fasilitator diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menghaluskan proses. Jika diperlukan, perbaiki atau sesuaikan norma yang ada, untuk kemudian diserahkan kembali implementasinya kepada kelompok.

E. Mourning.
            Mourning merupakan tahap akhir dari proses pembentukan sebuah kelompok. Pada tahapan ini, seluruh tugas telah selesai dikerjaan dan tujuan utama pembentukan kelompok sudah terpenuhi. Siklus kehidupan kelompok secara resmi telah berakhir. Terkadang muncul rasa sedih diantara peserta. Sebagian mulai memikirkan tugas lain yang telah menanti. Fasilitator yang baik diharapkan dapat membantu peserta dalam mempersiapkan masa transisi dari pembentukan kelompok menuju bubarnya kelompok.

F. Transforming.
            Pada tahapan ini, tim telah menjadi dinamis karena pembentukan kelompok sudah terjadi dan mulai ada perubahan baik di masing-masing peserta maupun pada kelompok secara keseluruhan. Sebagai seorang fasilitator, diharapkan dapat menunjukkan dukungan dan rasa percaya kepada kelompok. Hargai perubahan yang terjadi dengan memberikan pujian. Yang perlu diingat adalah sebaiknya pujian yang diberikan tidak berlebihan.

Kekuatan Team Work
           Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disAdari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim. Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Implikasi Manajerial
           Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.
Sumber :


Minggu, 06 Oktober 2013

ORGANISASI



Teori Organisasi.


Definisi Oganisasi Menurut Buku Satu : “Pengantar Ilmu Komunikasi”


Organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok, formal maupun informal dari suatu organisasi. Bila organisasi semakin besar dan kompleks maka akan mengakibatkan semakin kompleks pula proses komunikasinya. Organisasi kecil yang anggotanya hanya tiga orang proses komunikasi yang berlangsung relative sederhana. Tetapi organisasi yang anggotanya seribu orang menjadikan komunikasi yang sangat kompleks.


Komunikasi Organisasi dapat bersifat formal maupun informal komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja dalam organisasi didalam organisasi produk-produk dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya seperti : memo, kebijakan, surat pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang di setujui secara social. Orientasinya bukan pada organisasi tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.


Pendekatan-pendekatan Organisasi


Menurut Goldher (1990) yang namanya organisasi sekurang-kurangnya meliputi empat pendekatan. Yaitu pendekatan alamiah, pendekatan hubungan antar manusia, pendekatan sistem dan budaya.


Daftar pustaka : Wiryanto.2008.Pengantar Ilmu Komunikasi.Jakarta: PT grasindo. halaman :52-55


Definisi Organisasi Menurut Buku dua : “Komunikasi Pendidikan”


Organisasi komunikasi dalam organisasi pendidikan itu terdapat manajemen komunikasi oleh karena itu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mutu pengelolaan organisasi pendidikan. Komunikasi yang bermutupun menjadi penting dan harus ditopang juga dengan komunikasi institusi pendidikan berorganisasi.


Bentuk Komunikasi Organisasi :

Biasanya dibagi kedalam dua kategori yaitu komunikasi internal dan komunikasi eksternal dan komunikasi internal adalah pertukaran dan penerimaan pesan di antara manajemen dan warga organisasi serta sesama warga organisasi. Komunikasi internal ini bisa berupa komunikasi dari atasan ke bawahan dan sebaliknya dari bawahan terhadap atasan. Bisa jadi sesama staf yang selevel dan kedudukan dalam organisasi atau antara sesame manajer yang setara dan selevel kedudukannya.


Sedangkan komunikasi eksternal adalah komunikasi yang dilakukan organisasi dalam lingkungan eksternalnya.


Media Organisasi :



Pada komunikasi organisasi didalam organisasi ada media dan saluran komunikaasi yang dipergunakan untuk penyampaian dan penerimaan pesan. Untuk kepentingan manajemen dan komunikasi organisasi.


Daftar Pustaka :


iriantara,Yosal,dr.2013.Komunikasi Pendidikan.Bandung:Rakatama Media Kota. halaman : 47-50




MENGAPA ORGANISASI ITU PENTING ?


“Organisasi dalam bentuk apapun akan selalu berada dalam kita” Itulah kalimat sederhana yang dituliskan James A.F. Stoner tentang organisasi. Memang benar, organisasi menjadi keseharian dari hidup manusia dengan karakter makhluk sosial. Manusia berusaha bertahan hidup dalam sebuah lingkaran organisasi atau suatu sistem organisme (baca: kehidupan) yang membuat manusia saling membutuhkan dengan sesamanya maupun alam semesta ini.

Coba kita perhatikan lingkungan keluarga kita, dan itulah organisasi. Begitu juga dengan hal yang lain. Ketika kita masuk ke lingkup yang lebih luas ada organisasi masyarakat. Ketika kita masuk dalam lingkup agama, itu juga termasuk organisasi. Anak-anak remaja yang sedang belajar berpacaran juga sedang belajar berorganisasi. Dan itulah kehidupan kita yang selalu dilingkupi dengan berbagai macam organisasi.

James A.F. Stoner dengan lantang mengatakan bahwa organisasi merupakan unsur yang dibutuhkan dalam masyarakat beradab: Dapat digunakan untuk mendapatkan sesuatu yang sebagai perseorangan tak akan dapat kita lakukan sendiri; dapat membantu menyediakan pengetahuan yang kontinyu; dan dapat menjadi sumber penyedia karir. Itulah definisi organisasi menurut ahlinya James A.F. Stoner.

Lalu mengapa organisasi itu perlu? mengapa organisasi itu penting? ada beberapa alasan yang mendasar sehingga membuat organisasi itu penting. Alasan pertama adalah organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan, mengapa? karena organisasi melaksanakan fungsi penting yaitu dengan mengatasi keterbatasan sebagai perorangan, organisasi memungkinkan kita mencapai tujuan yang akan lebih sukar atau tak mungkin dicapai sendiri.

Alasan mengapa organisasi itu penting adalah organisasi sebagai alat untuk melestarikan pengetahuan. Pentingnya organisasi untuk melestarikan pengetahuan itu kita dapatkan dari organisasi seperti sekolah, universitas, museum, kelompok studi, organisasi kemahasiswaan, dan lainnya yang berusaha untuk terus melestarikan pengetahuan.

Alasan ketiga mengapa organisasi itu penting yaitu karena organisasi sebagai sumber karir. Ini karena organisasi memberikan kepada anggotanya sumber kehidupan dan mungkin bahkan kepuasan pribadinya.

Jadi, kita pasti sudah mengerti mengapa organisasi itu penting bagi masyarakat kita. Karena itu, marilah berorganisasi. Lalu bagaimana caranya? saya akan bahas lebih khusus lagi tentang bagaimana organisasi itu dilain artikel. Selamat berorganisasi.


Sumber :


http://studimanajemen.blogspot.com/2012/09/organisasi-itu-penting.html



Pengalaman Organisasi


Dulu sewaktu saya menginjak sekolah menengah pertama (SMP) saya mengikuti mengukuti kegiatan osis serta menjabat sebagai sekertaris. Tidak sedikit ilmu yang saya dapatkan di osis SMP.


Kemudian saat saya menginjak sekolah menengah akhir (SMA) saya memberanikan diri mengikuti organisasi Generasi Muda Pencinta alam (GEMPALA). GEMPALA adalah satu-satunya ekskul yang memiliki pemahaman organisasi yang yang lebih dibanding ekskul-ekskul lain saat saya SMA. Bahkan osis pun menghormati organisasi ini. GEMPALA memiliki banyak tahapan dan seleksi untuk memasuki organisasi ini.


Pertama calon anggota GEMPALA akan diberi nama panggil sebagai BALANG (bakal anggota). BALANG akan menjalani masa pendidikan berupa materi dan praktek selama 6 bulan, seusainya semua materi dijalankan BALANG akan menghadapi pendidikan lapangan yang disebut DILADANG (pendidikan latian dasar anggota). Saat proses DILADANG ini peserta didik/ baling akan dilatih fisik dan mentalnya serta mepraktekkan semua materi yang telah di pelajari langsung dialam. Selesai pendidikan DILADANG peserta didik akan disemat menjadi Anggota Muda dan mendapatkan SYAL sebagai atribut anggota muda gempala.




Saat menjadi anggota muda makin rumit dan keras proses menuju anggota penuh GEMPALA, anggota muda diajibkan memiliki progja sendiri berupa jangka panjang dan jangka pendek, dan diwajibkan mengadakan ekspedisi gunung di Indonesia. Saat saya anggota muda saya menjabat sebagai ketua anggota muda. Disini semakin banyak ilmu dan tantangan yang saya dapat dalam memanajemen anggota muda dan sebagai pusat kodinasi anggota muda. Saya selaku ketua memutuskan ekspedisi anggota muda diadakan di gunung salak yang berada di Bogor. Selesai saya melakukan ekspedisi barulah impian saya terwujud menjadi anggota GEMPALA sepenuhnya. Dengan di atributkan slayer merah darah yang panjang beserta pakaian dinas harian berwarna hijau yang semakin membuat saya semakin gagah.




Di masa pengurusan 2010-2012 saya menjabat sebagai ketua divisi rock climbing. Rock climbing adalah sebuah seni olahraga memanjat dengan menggunakan kekuatan tangan dan kelenturan tubuh. Dimasa akhir pengurusan jabatan serta kelulusan SMA, saya kembali di percaya mejabat menjadi ketua Badan Pertimbangan Anggota (BPA).


Disinlah BPA adalah badan pengawas, evaluasi, konsultasi, dan koordinasi kegiatan keorgasisasian. Fungsi Badan Pertimbangan Anggota (BPA):


Ø Sebagai pengawas, evaluator, dan majelis koordinasi dalam setiap kepengurusan.


Ø Sebagai pengatur aspirasi anggota.


Ø Berdedikasi dan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap organisasi.


Sekian pengalaman saya dalam berorganisasi








Jumat, 31 Mei 2013

TUGAS IBD 3

Pengertian pandangan hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk_yang disebut pandangan hidup.

Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya. Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.

Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita - cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia malunur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Cita-cita
Menurut kamus umum bahasa Indonesia cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan dating. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain : cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.

Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.. Sebagai mahluk pribadi, manuda dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakin untuk diri sendiri.
            Suara hati selalu memilik yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Jadi berbuat dan bertindak menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik. Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum. Jadi kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah: factor pembawaan, factor lingkungan dan pengalaman.

Usaha/perjuangan
Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun denan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya,

Keyakinan/kepercayaan.
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu
Aliran naturalisme; hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada
Aliran intelektualisme; dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan piker (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi, teknologi adalah alat Bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalisme. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah lakudan perbuatannya itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu individu yang berakal (berilmu dan berteknologi) dapat menguasai individu yang berpikir rendah (bodoh)
 Aliran gabungan. Dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabial aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomorduakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akan dalam arti baik sebagia logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif panangan hidup ini disebut sosialisme-religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.

Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik :
Mengenal
Mengerti
Menghayati
Meyakini
Mengabdi
Mengamankan



Studi kasus:
 tidak terlalu banyak masalah yang harus dihadapi dalam pembahasan ini, tapi yang jelas setiap manusia harus memiliki dan menanamkan dalam jiwanya pandangan hidup untuk menata masa depan cerah. Karena pada zaman sekarang ini seringkali terjadinya ketidak harmonisan dalam keluarga, kesejahteraan, kenyamanan dan kesuksesan pada setiap manusia, mungkin kurangnya kesadaran dan tidak menanamkan pandangan hidup yang tujuannya yang tak lain adalah supaya manusia mencapai kehidupan lebih baik untuk kedepannya.


Selasa, 30 April 2013

Tugas IBD 2



D.Manusia dan Keindahan

Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.


Apakah keindahan Itu ?
Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beuty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian
  1. Keindahan dalam arti luas
  2. Keindahan dalam arti estetis murni
  3. Keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan

Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adapt kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

Nilai estetik.
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapa pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
            Tentang nilai ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik  dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri.         

Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?
  1. Tata nilai yang telah usang
  2. Kemerosotan zaman
  3. Penderitaan Manusia
  4. Keagungan Tuhan

Renungan
            Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.

Teori Pengungkapan.
            Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalamam estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan. Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yagn seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

Teori Metafisik
            Teori seni yang bercotak metafisik  merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karya seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi

Teori Psikologis
            Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni  adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambang atau tanda dari perasaan manusia.
STUDI KASUS
Keindahan = Beauty = Cantik.
Wanita mana yang tidak ingin cantik? Tentu tak ada bukan? Siapa pun dia, apa pun profesinya, entah itu pekerja kantoran, guru, dokter, penulis, termasuk ibu rumah tangga, memiliki keinginan yang sama, yaitu ingin terlihat cantik.
Ada berbagai macam cara untuk mendapatkan kecantikan. Dunia wanita pun ramai oleh berbagai macam keinginan untuk tampil lebih cantik. Ada yang ingin melakukan sedot lemak agar bagian perutnya terlihat labih ramping. Ada yang sengaja melakukan operasi pelastik agar kulit wajah lebih mulus. Ada juga yang memiliki jadwal teratur mengunjungi salon untuk melakukan treatment/ritual-ritual yang dapat menunjang kecantikan.
Tidak semua wanita cermat dan teliti memilih mana jalan terbaik untuk menuju lebih cantik. Bahkan sebagian wanita tidak mau terlalu pusing memikirkan resiko yang akan dihadapinya. Akibatnya, banyak wanita yang termakan iklan produk kecantikan yang menjanjikan kesempurnaan secantik bidadari. Akhirnya, tekadang bukan kecantikan yang didapat, malah sebaliknya, mimpi buruklah yang justru menghampirinya.
Sebenarnya, jika kita pikirkan lebih jauh, hal yang paling aman menuju cantik adalah dengan menggunakan ramuan-ramuan berbahan dasar alami. Beragam resep alami tidak akan menimbulkan resiko apa pun selain menambah kecantikan. tidak hanya itu untuk memperoleh kecantikan yang alami juga bisa datang dari kepribadian wanita tersebut , karena penilaian sesorang bisa di lihat dengan keindahan sifatnya.